morisjaya.tuba-desa.id
Pada hari ini, Selasa, 3 September 2024, diadakan acara sosialisasi yang sangat penting di Gedung Balai Kampung Moris Jaya. Acara ini membahas topik-topik krusial terkait Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KTP/A), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), serta Perkawinan Anak. Kegiatan ini dimulai tepat pada pukul 09:00 WIB dan dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran signifikan dalam bidang ini.
Acara ini dihadiri oleh narasumber utama yang kompeten di bidangnya, di antaranya Ibu Rima Kusuma Wardani, STP, MM., Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Tulang Bawang. Beliau menyampaikan berbagai kebijakan dan langkah-langkah strategis yang telah diambil oleh pemerintah daerah dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan manusia.
Selain itu, hadir juga Aiptu Suhadi, SH., MH., Kanit Reskrim Polres Tulang Bawang, yang memberikan paparan mengenai penegakan hukum terkait kasus-kasus ABH dan TPPO di wilayah hukum Tulang Bawang. Dr. Cand Yeni Puspitasari, SKM., MKM., dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), juga menyampaikan perspektif medis dan peran tenaga kesehatan dalam mencegah kekerasan dan perkawinan anak.
Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Suharyo, MSi., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, penegak hukum, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menangani masalah-masalah ini secara holistik.
Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Sutikno, S.IP., M.IP., selaku Camat Banjar Agung, yang menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayahnya. Kepala Kampung Moris Jaya, Bapak Deska Hery Syanda, S.E., juga memberikan sambutan dan mengapresiasi kehadiran para peserta, termasuk Ibu Devi Despalinda Putri selaku Ketua Kader PKK Kampung Moris Jaya yang turut aktif dalam kegiatan ini.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh para kader PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan forum perwakilan dari anak-anak. Semua pihak yang hadir sepakat bahwa pencegahan kekerasan dan perdagangan manusia, serta perlindungan anak, memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait isu-isu yang dibahas. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kampung Moris Jaya semakin sadar dan terlibat dalam upaya pencegahan kekerasan, TPPO, ABH, dan perkawinan anak.